Wednesday, March 12, 2014

Pertemuan 17

Saya buka postingan ini dengan quote.

Lagu baroque itu menciptakan nada-nada di udara.
- Rina, guru les saya.

Sustain


Di pertemuan ketujuhbelas ini saya belajar tentang sustain. Seperti quote di awal tadi, sustain itu menciptakan efek nada masih ada dan menggantung di udara namun ringan. Sustain sendiri dihasilkan setelah bow selesai digesek, jadi masih ada nada yang beresonansi dengan senar dan badan Biola.

Bagaimana caranya?

Sustain diberikan dengan menggesekkan bow di senar kemudian diangkat secara halus. Jadi seolah bow lepas landas dari senar Biola. Kalau pesawat lepas landas tidak seperti roket yang langsung naik ke atas kan? Pesawat yang lepas landas bergerak secara horizontal dan naik vertikal secara perlahan.

Bourée di Suzuki Volume 2


Dan akhirnya saya khatam Suzuki Volume 1, yay! Saya melanjutkan ke Suzuki Volume 2. Di Volume 2 saya langsung di arahkan ke lagu yang berjudul Bourée

Bourée, sama halnya seperti Minuet, sebenarnya bukanlah judul lagu. Bourée adalah jenis tarian. Jadi jangan heran jika menemukan beberapa jenis lagu Bourée. Di dalam tarian itu sendiri terdapat beberapa jenis movement (gerakan), ada yang bertempo cepat dan lambat. Itulah kenapa ada jenis-jenis movement Bourée.

Bourée yang ada di buku Suzuki Volume 2 ini hasil karya George Frideric Handel (23 Feb 1685-14 April 1759). G.F. Handel berkebangsaan Jerman dan merupakan komposer musik pada zaman Baroque.

Refreshments
Masih ingat kan 3 zaman musik? (saya sendiri lupa)
Baroque : 1600-1760
Classical: 1730-1820
Romantic: 1815-1910

Dengan karya nya yang merupakan jenis lagu Baroque maka memainkannya pun harus dengan gaya Baroque. Kata Teh Rina biasanya pada zaman Baroque bowing dimainkan secara pendek-pendek dan kesan megah, dan satu lagi, biasanya menggunakan sustain untuk menciptakan suara di udara.

That's it. Mari kita mainkan.


Ngek ngok ngek ngok ngeeeekk

Saturday, March 8, 2014

Gath AVC: Ilmu Ngejam Dari Kang Satya

Pertemuan kali ini spesial sih, soalnya AVC kedatangan tamu istimewa, namanya kang Satya.

Kang Satya adalah pemain Biola. Beliau kuliah di jurusan seni, namun seni vokal. Ya, kang Satya tidak menempuh pendidikan formal Biola, namun beliau berusaha untuk otodidak.

Uniknya kang Satya belajar Biola pertama kali dengan memperhatikan tonalitas tangga nada sunda, atau disebut dengan tangga nada da-mi-na-ti-la-da. Katanya sih nadanya 1-7-5-4-3-1 (alias di si sol fa mi do). Itu terus yang beliau ulik sampai bisa.

Kang Satya yang paling kiri megang Biola sambil menjelaskan di teman-teman AVC

Salah Cara Megang, Perbaiki Setahun!

Saat beliau bertemu dengan kakak tingkat di kampusnya yang mendalami Biola beliau sempat dicecar. Mulai dari memegang Biola, posisi tangan di bow, dan hal lainnya. Bahkan beliau mengatakan dalam memperbaiki posisi saja sempat memakan waktu hingga setahun.

Sekarang kang Satya sudah manggung di banyak tempat. Pertunjukkan besar terakhir yang beliau sambangi adalah Java Jazz Festival.

Saat Bermain Sempat Di Stop Tompi

Karena pertemuan kali ini membahas tentang jamming, kang Satya menjelaskan trik-trik dalam bermain saat mengiringi lagu. Beliau mengatakan saat mengiringi lagu cari saat-saat yang tepat untuk memberikan warna pada Biola.

Saat zaman awal bermain Biola, beliau pernah satu panggung dengan Tompi. Tak disangka Tompi menyuruh kang Satya untuk berhenti karena Biola nya dianggap mengganggu. Setelah di belakang panggung Tompi mengatakan Biola memberikan warna tersendiri di lagu, tapi tidak setiap saat ada Biola dan riweuh (ribut) sepanjang lagu memainkan Biola. Kang Satya kemudian menunjukkan saat-saat dimana sebaiknya Biola masuk di bagian-bagian lagu.

Biola Ratusan Tahun

Biola yang beliau pegang saat pertemuan adalah Biola tua. Biola yang sangat tua malah. Beliau mengatakan umur Biola yang dipegangnya berumur sekitar 200 tahun. "Juga memakan biaya yang cukup mahal," ujar beliau sambil sumringah.

Beliau nya kesannya antik sih. Di bagian tailpiece nya terdapat ukiran yang nampaknya seorang wanita sedang menari. "Ini Biola kesayangan," imbuhnya ,"tapi kalau manggung biasanya pakai yang lain."

Masih Belajar

Hingga saat ini beliau masih belajar untuk mendalami cara permainan Biola. Beliau menyebutkan ilmu yang tidak pernah saya dengar! Misalnya cara bermain Biola dengan gaya sunda, gaya bali (yang beliau sebutkan lebih mengedepankan kecepatan jari tangan), gaya india, sampai gaya turki. Unik ya?

Kang Satya bisa jadi contoh untuk terus semangat mempelajari hal-hal baru secara mandiri. Salut deh!

Follow juga twitternya kang surya di @satyaviolin2 ya!

Wednesday, March 5, 2014

Pertemuan 15, 16

Dirapel lagi, hoho

Pertemuan 15

Kali ini dapat PR mengenai lagu Gavotte

Pertemuan 16

Gavotte juga, tapi langsung dibahas, soalnya saya mainnya juga masih nggak rapi. Ini efek nggak latihan nih. hiks.

Jadi sebenernya sama sih materinya.

Gavotte

Okey. Gavotte yang ada di dalam buku Suzuki Vol. 1 ini dibuat oleh F. J. Gossec. Kalau kata Wikipedia, nama lengkap beliau adalah François-Joseph Gossec. Beliau adalah composer untuk opera dan alat musik strings (mungkin maksudnya disini yang gesek-gesek kayak Biola, Cello, dsb). Beliau lahir tanggal 17 Januari 1734 dan meninggal dunia pada 19 Februari 1829. Berarti umur Om Gossec ini sekitar 88 tahun ya?

Kalau dilihat-lihat Om Gossec ini lahir di area musik klasik (1730-1820), walaupun kata wikipedia teknik karya Om Gossec mempengaruhi musik romantik.

That's it for now, bye bye for later!